| Mobile | RSS

Domain free for you. For free renewal read this!

.

Hari Pendidikan Nasional & Standarisasi Ujian Nasional

May 1st, 2009 | 34 Comments | Posted in opini

Hari pendidikan diperingati setiap tanggal 2 Mei. Hari dimana telah lahir seorang tokoh penggerak dan pelopor pendidikan di Indonesia.. Tokoh tersebut adalah Ki Hajar Dewantara. Beliau lahir tanggal 2 Mei 1889 di kota yang sekarang mendapat julukan sebagai Kota Pelajar yaitu Yogyakarta. Ki Hajar Dewantar mendirikan sebuah perguruan yang bercorak nasional, Nationaal Onderwijs Instituut Taman siswa –Perguruan Nasional Taman Siswa– pada 3 Juli 1922 di Yogyakarta. Dengan berbagai macam perjuang serta tekanan yang cukup berat. Perguruan ini sangat menekankan pendidikan rasa kebangsaan kepada peserta didik agar mereka mencintai bangsa dan tanah air dan berjuang untuk memperoleh kemerdekaan. Dari sinilah lahir konsep pendidikan nasional.

Ajaran yang terkenal dari Ki Hajar Dewantara adalah:

Ing Ngarso Sung Tulodo – di depan memeberi teladan
Ing Madyo Mangun Karso – ditengah membangun karya
Tut Wuri Handayani – dibelakang memberi dorongan

Tiga ajarannya itulah yang hingga saat ini selalu terngiang dan akan selalu dikenang didalam dunia pendidikan. Saya masih ingat dimana dulu saat saya masih Sekolah Dasar hampr ditiap tembok didalam kelas selalu ada tempelan tulisan tersebut. Tujuan mungkin adalah agara bisa memberikan penyemangat serta sebagai motto pendidikan. Entah saat ini saya tidak tahu masih ingatkah siswa saat ini dengan ajarannya tersebut? Barang kali sudah banyak yang lupa.

Riwayat hidup ki hajar dewantara Show ▼

Pendidikan di Indonesia saat ini lebih terasa hanya mengejar target saja. Bagai mana tidak? Pemerintah sepertinya merasa iri dan karena ingin menyamakan standart pendidikan di Indonesia dengan dinegara berkembang yang lainny. Sehingga setiap tahun standart kelulusan siswa terus dinaikkan, hal ini yaitu tadi bertujuan untuk menyamakan standart pendidikan dengan negara berkembang lainnya. Jika negara lain memberikan standart pendidikan dengan tentunya memberikan fasilitas serta sarana dan prasarana yang memadai dan sesuai terlebih dahulu. Beda halnya dengan di Indonesia, siswa dituntut untuk lulus dengan nilai mencapai nilai standart tanpa sebelumnya pemerintah memberikan sarana dan prasarana yang sesuai dan memadahi bagi perkembangan serta keberlangsungan pendidikan. Siswa SLTA tahun ini bisa lulus jika dalam UN nilai per mata pelajaran minimal 5,5.

Kembali ke atas

Berdasarkan kajian terhadap UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Kepmendiknas No. 153/U/2003 tentang Ujian Akhir Nasional ditemukan beberapa kesenjangan. UN hanya mengukur satu aspek kompetensi kelulusan yakni aspek kognitif. Padahal menurut penjelasan pasal 35 ayat 1 UU Sisdiknas, kompetensi lulusan seharusnya mencakup tiga aspek yaitu aspek sikap (afektif), pengetahuan (kognitif), dan keterampilan (psikomotorik). Dalam kaitannya dengan mutu pendidikan, UN hanya melakukan evaluasi terhadap peserta didik. Padahal, menurut pasal 57 UU Sisdiknas, mutu pendidikan seharusnya didasarkan pada evaluasi yang mencakup peserta didik, lembaga, dan program pendidikan.

Selain tersebut UN juga mengabaikan muatan kurikulum yang menganut prinsip kemajemukan potensi daerah dan peserta didik. Sebab menurut pasal 36 ayat 2 UU Sisdiknas, kurikulum harus dikembangkan dengan menggunakan prinsip kemajemukan (diversifikasi) potensi daerah dan potensi peserta didik. UN juga telah merampas kewenangan guru dan sekolah untuk melakukan evaluasi hasil belajar dan menentukan kelulusan peserta didik. Pasal 58 ayat 1 dan pasal 61 ayat 2 UU Sisdiknas menyatakan evaluasi hasil belajar dan penentuan kelulusan peserta didik dilakukan oleh guru dan satuan pendidikan (sekolah). Terlepas dari pro dan kontra seputar UN, pada akhirnya pemerintah tetap teguh pada kebijakannya untuk memberlakukan Ujian Nasional setiap tahun.

Yang menjadi pertanyaan dari adanya standarisasi nilai hasil Ujian Nasional adalah, bagai mana dengan raport dari setiap semester sebelumnya? Apa gunanya dapat nilai Agama 10, Bahasa Indonesia 9 dan Bahasa Inggris 9, jika saat Ujian Nasional nilai Matematika anjlok hanya dapat nilai 5, karena saat mengerjakan soal siswa grogi karena barang kali ingat jika nilai kurang 5,5 tidak akan lulus. Dan ternyata karena groginya tersebut siswa lupa dengan rumus yang telah dihafalkan hingga luar kepala oleh siswa?

Lihat saja bagaimana sibuknya para guru, orang tua, serta siswa agar nantinya sang siswa bisa lulus ujian. Dimulai dari les tiap hari, siswa berangkat sekolah sebelum matahari terbit sementar pulang setelah matahari terbenam. Sementara orang tua berdo’a mati-matian bahkan sampai pergi kedukun atau kuburan jika perlu agar anaknya nanti bisa lulus. Sementara sang siswa yang tadinya tidak pernah belajar mendadak jadi rajin, yang tadinya tidak shalat mendadak jadi alim dan rajin shalat. Itu semua hanya untuk satu tujuan akhir, LULUS. Tentunya dengan nilai tidak kurang dari 5,5. Lalu yang tidak lulus? Tentunya malu atau bisa lulus dengan menunggu satu tahun lagi untuk mengulang.

Dalam menyikapi standarisasi hasil Nilai Ujian Nasional seharusnya pemerintah memberikan dahulu fasilitas serta sarana dan prasarana pendukung pendidikan yang memadai dan sesuai bagi setiap sekolah di Indonesia. Bukankah antara sekolah desa dan sekolah diperkotaan berbeda jauh? Baik antara sarana dan prasarana ataupun mutu pendidikannya Sehingga jika fasilitas sarana dan prasarana telah terpenuhi maka pemerintah baru bisa memberikan kewajiban pada setiap siswa untuk wajib mendapatkan nilai minimal 5.5 atau lebih untuk setiap sekolah di Indonesia saat Ujian Nasional. Jika semua itu belum terpenuhi maka lebih baik urungkan dahulu standarisasi hasil ujian. Lha wong fasilitas serta sarana dan prasarana belum standart bagai mana hasilnya bisa sesuai standart?

Motor vespa diajak balapan sama motor balap, ya sudah tentu nggak adil, vespanya pasti ngos-ngosan…

Standarisasi memang perlu, dan itu memang harus ada. Namun tentunya sebelum diadakan standarisasi terlebih dahulu distandartkan pula fasilitas serta sarana dan prasrananya. Baru deh hasilnya ikut distandarkan pula…

Bagai mana sobat…?

***Ditulis oleh si buJaNG untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional serta karena keprihatinan terhadap standarisasi nilai Ujian Nasional.

Sumber:
http://www.penulislepas.com/v2/?p=420
http://tokohindonesia.com/ensiklopedi/k/ki-hajar-dewantara/index.shtml
http://tomzkiq69.blogspot.com/2009/04/sejarah-taman-siswa.html
http://yulian.firdaus.or.id/2005/05/02/hardiknas/

Kembali ke atas

No related posts.

Leave a Reply 193 views, 16 so far today |
Follow Discussion

34 Responses to “Hari Pendidikan Nasional & Standarisasi Ujian Nasional”

  1. andi Says:

    :diem: ga mau banyak bicara, cukup 4 kata

    “Standar UN memberatkan Kami!!!”

    Weikz… sabar bro..

    andi’s baru aja nulis..Adsense PIN – Make me cough

  2. Brandal Surga Says:

    Udah lama ga skolah nih..jd ga tau soal standarisasi ujian nasional…

    Brandal Surga’s baru aja nulis..Karma Brandal Surga

  3. bocahiseng Says:

    :mikir: gak ngerti dehh sama standarisasi UN ? mudah-mudahan aja gak bikin para pelajar depresi

    Wkwkwkwk.. Semoga saja..

  4. ajeng Says:

    Pendapat pribadi nih. Mending UAN dihapus saja. Karena sepertinya UAN tidak memberi kontribusi lebih, toh pihak PTN sendiri masih tidak percaya. Terbukti dg masih diadakannya ujian SNPTN untuk penyaringan masuk.
    Kalo totoh tetep ada, sebaiknya UAN tidak dijadikan satu-satunya indikator kelulusan. Karena kalo memang UAN satu-satunya indikator kelulusan, ya sedari awal tidak usah diajarkan matpel lain dunk. Matpel yg diUANkan saja yg diberikan.
    Belum lagi kecurangan-kecurangannya :puyeng: :puyeng:

    Yap, lulus UN belum berarti bisa masuk bebas melenggang ke PTN.. Jadi ya sebaiknya jangan jadikan UN sebagai indikator kelulusan..

  5. Heryan Tony Says:

    Wah, banyak yang berkeluh kesah soal standarisasi hasil UN. Belum punya komen, bro.

  6. Huang Says:

    :mlorok:
    besok ada upacara sekolah yaaaa

    Huang’s baru aja nulis..Salam Mei

  7. Cyber Katrox Says:

    Soal standarisasi UAN… wah nggak mudeng.
    Makasih udah mampir. Salam kenal.

    Cyber Katrox’s baru aja nulis..Maju Export Indonesia

  8. hendra Says:

    silahkan di coba mas mamas86, ayo kapan lagi sukses… dengan duta business school lah jawabannya…
    slm sukses

    OK deh nanti di coba, ni otak pas lagi buntu. Maunya ngeBLOGGGG… terus..

    hendra’s baru aja nulis..Pengalaman di Duta Business School (DBS) …

  9. antokoe Says:

    UN adalah proyek. Selama menghasilkan project must go on.:mataduitan:

    Wkwkwkwk…. pikirannya $$$ terus

    antokoe’s baru aja nulis..Apa Lagi Ini?

  10. mas stein Says:

    repot iki mas, ndak ada standard yo salah, lha gunanya apa pendidikan tanpa standard? tapi misale standard ndak masuk akal juga percuma. yang penting konsisten dulu lah orangorang di atas itu dengan kebijakannya, jangan ganti menteri ganti kurikulum…

    OK, setuju sekali…!!

    mas stein’s baru aja nulis..Kalau Bersih Kenapa harus Risih

  11. Opics Says:

    saya berharap semuanya lulus dengan nilai memuaskan… :sikut:

    Amiin.. semoga saja..

  12. snepylone Says:

    sebenernya sih kurang setuju.. setiap org punya kemampuan masing2, ga rela bgt klo ga lulus cm gara2 nilainya kurang sedikit dr target yg di tentukan..

    setuju dgn diimbangi sarana yg mendukung jg..

    Yap saya juga setuju standarisasi tapi ya yang harus diimbangi dengan sarana pendukung..

    snepylone’s baru aja nulis..Balada Minah & Surti

  13. Eka Situmorang-Sir Says:

    Giling lu bisa serius juga ya !
    BAGUUUZ

    Iya mbak… sekali2 agak serius. Demi Indonesia..wkwkwkwk**gayaknya..

    Eka Situmorang-Sir’s baru aja nulis..“Maaf barusan bilang apa?”

  14. djagung Says:

    hmm. . . sbenarnya sudah bosan bhas UN. padahal endingx jg gt2 aj. protes n kberatan yg g jelas..
    sbnarx berat emang berat standarnya. tp y buat smw peseny nikmati saja. toh g ad gunanya mengeluh

    Hemmm… Setidaknya jika pemerintah ingin memberikan standart nilai hasil UN harus memperhatikan sarana & prasarana pendidikannya, kira2 sudah sesuai belum..

  15. Anjang Says:

    UAN harus segera di hapus!!!!

    guru,murid,sekolah semuanya hanya terfokus ma HAsil UAN!!!!!
    rela melakukan apapun agar hasilya perfect..!!!!

    Hemmm… serius nih harus dihapus..

    Anjang’s baru aja nulis..Semua Account DP di Banned..!!!!

  16. babeh Says:

    vespanya dinaikin kereta aja.. motor balapnya dijamin kalah n pastinya gak ngos-ngosan deh heuheuheu..

    klo dipikir memang gak adil juga sih, tapi klo memang aturan mainnya gitu, mau apa lagi.. tinggal pinter2nya aja kita mensiasatinya.

    biasanya keterbatasan dan keterpaksaan membuat orang kreatif kok.. hehehe..
    tul gak??

    Ya memang nantinya sih tinggal di kitanya gimana.. Kreatif sih kreatif, tapi ya harusnya kreatif yang benar

  17. fan Says:

    met hari pendidikan nasional deh.

    fan’s baru aja nulis..GOD IS STILL ON THE THRONE

  18. Basyarah Says:

    Indonesia sedang mencari bentuk yang cocok untuk pendidikan, tapi yang terpenting adalah diri kita sendiri untuk mendapatkan ilmu

    Yap, setuju..

    Basyarah’s baru aja nulis..Antivirus Lokal

  19. belajar blog Says:

    :diem::diem: hanya bisa berharap saja agar indonesia benar2 memiliki sumber daya yang cerdas dan kehidupan bangsa pun membaik..namun jangan heran kalau di akhir pengumuman kelulusan nanti banyak terjadi peristiwa…. :ngelamun:

    Yap, semoga saja bangsa ini makin membaik dan bangkit dari keterpurukan..

  20. bangmarbun Says:

    cukup prihatin melihat hal yang spt itu sebenarnya, karena kemajuan pendidikan di negara kita ini seharusnya bukan di nilai dengan nilai 5,5 tersebut, tp bagaimana seorang siswa itu mempunya moralitas yang tinggi begitu lulus SMA, lihat begitu banyaknya skrg ini mahasiswa yg tidak tau lagu INDONESIA RAYA

    aduhhhhhhh bangsaku di ambang kehancuran dan belum dapat beranjak

    Seharusnya moral bangsa ini yang distandartkan kali ya….

    bangmarbun’s baru aja nulis..Easeus Partition Manager Alternatif Dalam Mempartisi HardDisk

  21. Yari NK Says:

    Saya lihat acara di TV-One mengenai vulgarnya para guru membocorkan soal2 UN kepada siswanya. Saya sudah nggak bisa berkomentar banyak lagi deh. Para orang tua yang sudah banyak mengeluarkan duit demi les tambahan dan bimbingan belajar, eh, kelulusannya hanya ditentukan oleh selembar bocoran. Percuma deh buang2 duit buat les dan bimbingan belajar, udah aja duitnya disimpen buat beli itu bocoran ujian…. :(

    Seharusnya hasil UN tidak dijadikan sebagai indikator untuk menentukan kelulusan ..

    Yari NK’s baru aja nulis..Prosesor Komputer lawan Otak Manusia

  22. hryh77 Says:

    sip mas.. yg penting fasilitasnya dulu ditingkatin.. baru standar kelulusannya he..he..

    Setuju banget ..

    hryh77’s baru aja nulis..Ketua KPK jadi tersangka???

  23. Rian Xavier Says:

    Kalo masalah UNAS memang agak kurang setuju sih. :mikir:

    Rian Xavier’s baru aja nulis..Toonel

  24. BL Says:

    kok gak ngerti apa gak pernah kuliah :mikir::sikut:

    BL’s baru aja nulis..Download Video Porno 3gp

  25. usman Says:

    aciiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiik pulang pagi

    usman’s baru aja nulis..tolong klik……….

  26. Pencerah Says:

    semoga pendidikan kita bisa membentuk manusia yang ideal

    Amiiinnn ..

    Pencerah’s baru aja nulis..Makhluk Tuhan yang Paling Suci

  27. paijos Says:

    masak sekolah 3 tahun cuman ditentukan dalam waktu 3 hari ..heh.
    semoga sekolah gratis, bener2 gratis.
    go ahead indonesia !!!

    Wah semangat bvanget nih.. Ayo maju Indonesia ..

    paijos’s baru aja nulis..Lirik lagu Wali terbaru – Cari Jodoh

  28. Taktiku Says:

    Maju terus pendidikan Indonesia

  29. hendra Says:

    jangan hanya sebgai ceremonial aja ne hari pendidikan,,… maju terus indonesia…..
    jgn lupa mampir dan jangan sungkan berkomentar…

    OK dah… ..

    hendra’s baru aja nulis..Pengalaman di Duta Business School (DBS) …

  30. fraders Says:

    yah begitulah…

    malahan sekarang sekolah mau digratiskan…. wong bayar aja, fasilitasnya masih belum standar, apalagi kalo ga bayar…

    tapi yang penting, maju terus pendidikan Indonesia…!!

    Kita tunggu saja nanti gimana jadinya..

    fraders’s baru aja nulis..Lets Go Health !!

  31. Nafi Says:

    :nangis:
    yg paling ga bs sy terima saat ini tu
    pak mentri kita itu lho
    over actingnya
    cari muka
    bukin iklan gede2an sekolah gratis
    padahal cm mau jadi menteri lagi ,,
    payah

    padahal kan
    ga gratis 100%

    Hemmm… gimana nih pak mentri? ada yang komplain nih…wkwkwk

    Nafi’s baru aja nulis..Aku melihatmu Bu, di belakang gubug itu!

  32. rozy Says:

    selamat hari pendidikan :)

    rozy’s baru aja nulis..Blog IT menang 3 Kontes

  33. nono Says:

    ini ada yg salah ga?

    “Ing Ngarso Sung Tulodo – di depan memeberi teladan”

    wkwkwkwk… makasih infonya, iya ada salah sedikit. Sudah saya perbaiki

  34. Eka Situmorang - Sir Says:

    udh eprnah komen
    tapi komen lagi
    standar? apa yg bisa distanrdtkan ?

    Maksudnya nilai atau hasilnya mbak.. Cita-cita atau tujuan akhirnya, tentunya memang harus ada standarisasi dong… Biarpun standarisasi itu bukan menjadi patokan suatu kelulusan, tapi hanya sekedar untuk melihat bagai mana perjalanan atau hasil pendidikan di Indonesia…

    Sepertinya Eka Situmorang – Sir baru saja nulis EKA and 3 in 1 Ajaaaah !

Leave a Reply